Menanggapi penarikan ini, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memastikan produk buatan Indonesia itu aman dikonsumsi. "Kita jamin (Indomie) aman. Tidak apa-apa," kata Kepala BPOM, Kustantinah, kepada detikcom.
BPOM, menurut Kustantinah, mempunyai aturan yang mengatur bahan tambahan makanan yang diperbolehkan ada di dalam pangan dengan batas maksimum penggunaannya. Penarikan Indomie di Taiwan merupakan kebijakan negara setempat.
Sementara Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Fransiscus Welirang menulai penarikan ini sebagai masalah persaingan dagang. Kasus ini diakuinya sebagai kasus lama.
"Kelihatannya ini persaingan dagang dan ini kasus lama," ujar Fransiskus Welirang kepada detikcom kemarin.
nah mgkn ada yg kurang paham apa itu senyawa yg dimaksud. berikut penjelasannya!!
Methylparaben (Methyl P-Hydroxybenzoate atau E218) atau pengawet nipagin
Paraben secara teknis dikenal sebagai ester dari asam para-hidroksibenzoat. Bahan ini dikembangkan dari asam organik dan alkohol. Walaupun paraben adalah produk alam, namun karena penggunaannya massal paraben diproduksi secara sintetis.
Sebagai zat pengawet makanan, Badan pengawas makanan dan obat Amerika (FDA) menggolongkan Methylparaben atau nipagin dalam kategori Generally Recognized as Safe (GRAS) yang larut dalam air.
Intinya Methylparaben dipakai untuk mencegah pembusukan dan kontaminasi dari jamur sehingga produk tahan terhadap jamur dan mikroba dalam beberapa jangka waktu.
"Di Indonesia penggunaan Bahan Tambahan Pangan diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 722/Menkes/Per/IX/88 tentang Bahan Tambahan Makanan. Salah satu bahan tambahan pangan yang diatur adalah nipagin (methyl p-hydroxybenzoate) yang berfungsi sebagai pengawet dengan batas maksimum penggunaan," kata Dra Kustantinah, Apt, M.App.Sc, Kepala BPOM RI, dilansir dari rilis BPOM, Selasa (12/10/2010).
Seperti dilansir dari Ehow, Methylparaben bisa ditemukan pada produk seperti:
- Kecap
- Sereal
- Produk roti
- produk susu beku
- Minyak dan lemak
- Selai
- Sirup
- Produk coklat dan kakao
- Minuman kaleng
- Bumbu-bumbu kemasan
- Produk daging, ikan dan unggas
Sedangkan pada kosmetik, Methylparaben sering ditemukan pada:
Pelembab wajah
- Produk anti-penuaan
- Pewarna rambut
- Produk pemutihan kulit
- Gel cukur
- Pembersih wajah
- Spray
- Shampo dan conditioner
- Maskara
- Eye shadow
- Alas bedak
Dan dalam industri farmasi, Methylparaben telah digunakan untuk melindungi obat sejak 1924. Metil digunakan untuk anti-bakteri seperti pada:
- Antibiotik topikal
- Kortikosteroid
- Obat tetes mata
- Penisilin
saatnya badan kesehatan makanan di negara kita ikut meneliti apakah benar makanan instant ini mengandung bahan berbahaya atau tidak sebelum semua terlambat!!
Add to Cart
BPOM, menurut Kustantinah, mempunyai aturan yang mengatur bahan tambahan makanan yang diperbolehkan ada di dalam pangan dengan batas maksimum penggunaannya. Penarikan Indomie di Taiwan merupakan kebijakan negara setempat.
Sementara Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Fransiscus Welirang menulai penarikan ini sebagai masalah persaingan dagang. Kasus ini diakuinya sebagai kasus lama.
"Kelihatannya ini persaingan dagang dan ini kasus lama," ujar Fransiskus Welirang kepada detikcom kemarin.
nah mgkn ada yg kurang paham apa itu senyawa yg dimaksud. berikut penjelasannya!!
Methylparaben (Methyl P-Hydroxybenzoate atau E218) atau pengawet nipagin
Paraben secara teknis dikenal sebagai ester dari asam para-hidroksibenzoat. Bahan ini dikembangkan dari asam organik dan alkohol. Walaupun paraben adalah produk alam, namun karena penggunaannya massal paraben diproduksi secara sintetis.
Sebagai zat pengawet makanan, Badan pengawas makanan dan obat Amerika (FDA) menggolongkan Methylparaben atau nipagin dalam kategori Generally Recognized as Safe (GRAS) yang larut dalam air.
Intinya Methylparaben dipakai untuk mencegah pembusukan dan kontaminasi dari jamur sehingga produk tahan terhadap jamur dan mikroba dalam beberapa jangka waktu.
"Di Indonesia penggunaan Bahan Tambahan Pangan diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 722/Menkes/Per/IX/88 tentang Bahan Tambahan Makanan. Salah satu bahan tambahan pangan yang diatur adalah nipagin (methyl p-hydroxybenzoate) yang berfungsi sebagai pengawet dengan batas maksimum penggunaan," kata Dra Kustantinah, Apt, M.App.Sc, Kepala BPOM RI, dilansir dari rilis BPOM, Selasa (12/10/2010).
Seperti dilansir dari Ehow, Methylparaben bisa ditemukan pada produk seperti:
- Kecap
- Sereal
- Produk roti
- produk susu beku
- Minyak dan lemak
- Selai
- Sirup
- Produk coklat dan kakao
- Minuman kaleng
- Bumbu-bumbu kemasan
- Produk daging, ikan dan unggas
Sedangkan pada kosmetik, Methylparaben sering ditemukan pada:
Pelembab wajah
- Produk anti-penuaan
- Pewarna rambut
- Produk pemutihan kulit
- Gel cukur
- Pembersih wajah
- Spray
- Shampo dan conditioner
- Maskara
- Eye shadow
- Alas bedak
Dan dalam industri farmasi, Methylparaben telah digunakan untuk melindungi obat sejak 1924. Metil digunakan untuk anti-bakteri seperti pada:
- Antibiotik topikal
- Kortikosteroid
- Obat tetes mata
- Penisilin
0 comments:
Post a Comment
kirim comment kalian klo mo papun dalam blog ini....