TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hanya terdiam saat menyaksikan hampir 10 ribu penonton pertandingan Indonesia vs Uruguay di Gelora Baung Karno meneriaki Nurdin Halid untuk turun dari jabatannya selaku Ketua Umum PSSI.
Teriakan ini merupakan buntut dari kekalahan telak Indonesia dari Uruguay, 1-7 dalam pertandingan persahabatan kedua negara di stadion GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (8/10/2010) malam. Nurdin Halid duduk berada tak jauh dari SBY dan Ibu Ani Yudhoyono yang ada di tribun VVIP.
Teriakan demi teriakan suporter Indonesia meminta Nurdin turun dari posisi Ketum PSSI membahana di stadion GBK, terjadi sejak gol ketiga diocetak pemain Uruguay, Luis Suarez. "Nurdin turun..Nurdin turun," teriak ribuan suporter saat timnas merah putih terus diobok-obok tim besutan Osca Tabares.
SBY dan Nurdin Halid seolah dibuat tidak berkutik lantaran teriakan yang lebih mirip dengan koor tersebut semakin membahana seiring emosi penonton yang membuncah menyaksikan pasukan merah putih dibantai Uruguay.
Teriakan-teriakan tersebut semakin sering terdengar semenjak pertengahan babak kedua, khususnya pada saat gol Uruguay tercipta. Sepanjang pertandingan, praktis kedua orang penting tersebut diteriaki kata-kata 'Nurdin turun' sebanyak 7 kali periode.
Sementara lama masing-masing periode teriakan tercatat antara 2 hingga 5 menit, dengan kisaran rata-rata kalimat sebanyak 10 sampai 17 kali pengucapan. Praktis, tidak ada yel-yel lain yang terucap dari bibir penonton selama jalannya paruh kedua pertandingan selain dua suku kata tersebut, yakni kata Nurdin dan kata Turun pada setiap gawang Indonesia kebobolan.
Anehnya, seperti mendapat komando, teriakan Nurdin turun.. Nurdin turun.. Hampir didengar diseluruh tribun penonton kecuali tribun utama tempat SBY dan Nurdin menyaksikan pertandingan yang bisa dibilang memalukan tersebut.
Para penonton tersebut mengaku, teriakan agar Nurdin turun dari jabatannya sebagai bentuk protes dan pelampiasan kekesalan mereka akan bobroknya kualitas sepak bola nasional. Ini juga sebagai pelampiasan lantaran menganggap setiap gol yang tercipta ke gawang Markus Horison adalah kesalahan yang harus ditanggung Nurdin Halid dan tentu saja SBY sebagai kepala negara.
Pakar komunikasi Efendi Ghazali yang juga menyaksikan pertandingan tersebut mengatakan bahwa ini membuktikan suporter Indonesia kecewa dengan PSSI dibawah kepemimpinan Nurdin Halid. "Sudah saatnya dilakukan perombakan di tubuh PSSI. Kekalahan ini terlalu menyakitkan bagi suporter Indonesia," tegasnya.
Add to Cart
Teriakan ini merupakan buntut dari kekalahan telak Indonesia dari Uruguay, 1-7 dalam pertandingan persahabatan kedua negara di stadion GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (8/10/2010) malam. Nurdin Halid duduk berada tak jauh dari SBY dan Ibu Ani Yudhoyono yang ada di tribun VVIP.
Teriakan demi teriakan suporter Indonesia meminta Nurdin turun dari posisi Ketum PSSI membahana di stadion GBK, terjadi sejak gol ketiga diocetak pemain Uruguay, Luis Suarez. "Nurdin turun..Nurdin turun," teriak ribuan suporter saat timnas merah putih terus diobok-obok tim besutan Osca Tabares.
SBY dan Nurdin Halid seolah dibuat tidak berkutik lantaran teriakan yang lebih mirip dengan koor tersebut semakin membahana seiring emosi penonton yang membuncah menyaksikan pasukan merah putih dibantai Uruguay.
Teriakan-teriakan tersebut semakin sering terdengar semenjak pertengahan babak kedua, khususnya pada saat gol Uruguay tercipta. Sepanjang pertandingan, praktis kedua orang penting tersebut diteriaki kata-kata 'Nurdin turun' sebanyak 7 kali periode.
Sementara lama masing-masing periode teriakan tercatat antara 2 hingga 5 menit, dengan kisaran rata-rata kalimat sebanyak 10 sampai 17 kali pengucapan. Praktis, tidak ada yel-yel lain yang terucap dari bibir penonton selama jalannya paruh kedua pertandingan selain dua suku kata tersebut, yakni kata Nurdin dan kata Turun pada setiap gawang Indonesia kebobolan.
Anehnya, seperti mendapat komando, teriakan Nurdin turun.. Nurdin turun.. Hampir didengar diseluruh tribun penonton kecuali tribun utama tempat SBY dan Nurdin menyaksikan pertandingan yang bisa dibilang memalukan tersebut.
Para penonton tersebut mengaku, teriakan agar Nurdin turun dari jabatannya sebagai bentuk protes dan pelampiasan kekesalan mereka akan bobroknya kualitas sepak bola nasional. Ini juga sebagai pelampiasan lantaran menganggap setiap gol yang tercipta ke gawang Markus Horison adalah kesalahan yang harus ditanggung Nurdin Halid dan tentu saja SBY sebagai kepala negara.
Pakar komunikasi Efendi Ghazali yang juga menyaksikan pertandingan tersebut mengatakan bahwa ini membuktikan suporter Indonesia kecewa dengan PSSI dibawah kepemimpinan Nurdin Halid. "Sudah saatnya dilakukan perombakan di tubuh PSSI. Kekalahan ini terlalu menyakitkan bagi suporter Indonesia," tegasnya.
0 comments:
Post a Comment
kirim comment kalian klo mo papun dalam blog ini....